Langsung ke konten utama

Komentar Teman pada Suami Setia


agneswollny wrote on Nov 25, '08
ya ... tak ada yg tahu kapan waktu itu datang, tak ada yg tahu kapan pengantin datang.
TFS.

awsx1966 wrote on Nov 25, '08
Sangat menyentuh sharingnya pak Martin. Kematian itu mesti tiba, agar kita bisa masuk ke pintu kebangkitan. Papa saya juga meninggal dunia 7 tahun lalu setelah 5 setengan bulan koma karena kecelakaan lalu lintas. Kini tinggal mama saya yang menemani saya saat libur di rumah....


imeel wrote on Nov 25, '08
pak martin pa kabar?? lama yah gak onlen...
ini teladan kesetiaan smp akhir hayat yah....

ibuseno wrote on Nov 25, '08
Pak Martin apa kabar... sehat2 saja kan. 
Baru muncul bawa cerita yang sangat menyentuh..
TFS.. semoga saya dan suami saling menyayangi juga hingga akhir hayat
 


gloriamaries wrote on Nov 25, '08
hmm..
Andai saja Papiku juga seperti itu ya ?!.

Sangat menyentuh Pak Marthin. Terima-kasih. GBU.

santysupardi wrote on Nov 25, '08
Terima kasih buat sharingnya, Pak.
Sangat menyentuh, sampai menitikkan air mata.
Salam kenal yah, Pak.


edselmum wrote on Nov 25, '08
very nice story.....

mariariri wrote on Nov 25, '08, edited on Nov 25, '08
Slamat malem Bpk.. Saya pikir masih di timor jadinya susah online. Sebuah kisah yg menyentuh dan sebuah pelajaran buat suami istri. Jd inget ma Bpknya temenku. ..Setelah ditinggal istrinya meninggal secara mendadak ( saat itu ketika brkt melayat sehat tp ketika di tempat melayat asmanya kambuh dan langsung meninggal d RS ) beliau jd sakit2an dan skr stroke. Sampai skr sering menceritakan kebaikan2 istrinya kepada org2


yogahart wrote on Nov 25, '08
Selamat malam pak Martin , 
baik suami ataupun istri yg ditinggalkan karena pasangannya kembali ke rumah Bapa ,
 
mereka sangat beruntung dan berbahagia , telah melalui sebuah perjalanan bersama hingga kematianlah yg memisahkan , bukan perkara duniawi. Salam.
 

Berkah Dalem


dkdewi wrote on Nov 25, '08
Apa kabar pak Martin,lama ngga muncul.Tau-tau datang membawa kisah yang sangat menyentuh dan mengharukan.Terima kasih pak..

manyar07 wrote on Nov 25, '08
tarcisius said
http://images.multiply.com/common/misc/quote-start.gifKetika itu ia memandang ke wajah isterinya, wajahnya mengesankan tidak gembira dan sedih, maka dibisikan kata kata lembut agar senyum maka berubahlah wajah sang isteri menjadi senyum indah ............ http://images.multiply.com/common/misc/quote-end.gif


yunapritta wrote on Nov 26, '08
Pak, terimakasih sharingnya. sangat menyentuh .. semoga saya dan suami juga diberi umur panjang, jadi bisa melihat anak-anak dewasa dan punya cucu :D


siregarrosey wrote on Nov 28, '08
Pak Martin...lama tak kelihatan....
Cerita nya sangat menyentuh...saya hampir gak percaya ada orang (suami) yang begitu teramat sangat mengasihi istri seperti di novel...aku pikir kisah seperti itu, suami seperti itu sudah tidak ada lagi...karena kebanyakan yang seperti Pak Martin bilang, istri meninggal...suami kawin lagi.


keluargaprimadhoni wrote on Jan 11, '11
Terima kasih atas kisahnya. Mengharukan dan menjadi rahmat dari Allah bagi saya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengabdian Seorang Koster

“Suatu saat saya minta tolong pak Haryono agar buatkan beberapa rosario . Setelah selesai, ia menyerahkan kepada saya sambil mengatakan maaf romo Bi, mungkin rosarionya kurang rapih. Waktu saya tanya biayanya berapa ia menjawab 'sembah bekti mawon romo” ungkap romo H Subiyanto. DW. Pr pada saat merayakan Ekaristi Kudus bulanan untuk karyawan Katedral. Bertepatan pula, hari itu Bapak Rafael Haryono pension sebagai koster Katedral KA Semarang. Hal yang sama juga pernah dialami romo Sukardi pr, romo Paroki Randusari Semarang. Ia hanya minta dibayar dengan doa saja” demkian rama Soebiyanto mengawali khotbahnya. Rafael Haryono lahir di Sendangsono, 21 Pebruari 1947 dari keluarga sederhana. Ia semula dibawa oleh romo G Natabudyo pr ke Semarang . Mulai bekerja sebagai pegawai di pasturan pada 30 Desember 1969 dan, baru 2 tahun kemudian ditunjuk menggantikan koster lama yang mengundurkan diri. Suami dari Katarina Nurpini Dwiprihatin mengalami pergantian banyak r...

Puncak Ziarah dan Napak Tilas ada di Ganjuran

 Depan pintu Makam Katolik, tempat peristirahatan Pak dan Bu Bei Sutopanitro  Romo Suto menjadi salah satu selebran pada Misa Malam Jumat Pertama di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran.  Romo Utomo.  Umat tumpah ruan walaupun hujan gerimis terus berlangsung selama perayaan Ekaristi  Bersalam damai dengan Chlotilda pasangan hidupku, disaksikan Suster Vinsentio CB dan Suster Maria Assumpta OSF.  Nyaris selama 3 jam berlangsung perayaan Ekaristi, dan Romo Suto tetap kuat sampai akhir

Selamat Pulang ke rumah Bapa

Dalam dua tahun terakhir saya sebagai prodiakon sudah mengantar 5 orang tua ke tempat peristirahatan yang terakhir. Bu Kusko termasuk termuda karena meninggal dunia pada usia 67 tahun. Tetapi lainnya berusia diatas 80 tahun. Pagi itu 1 Pebruari 2008 saya mengantarkan Om Loen, dibaptis atas nama Yosef. Beliau meninggal dunia seperti mesin kehabisan bensin, selesai karena usia tua. Beliau mungkin sakit akibat kesedihan yang luar biasa karena ditinggal meninggal dunia isteri tante Cing, ibu Veronika. Cukup banyak yang melayat dan bahkan ada cykup banyak mengantar sampai ke crematorium, menghantar kepergian orang tua berusia 87 tahun ini. Ketika di kamar jenazah saya mengutip amzal dan di tempat kremasi saya memakai bacaan dari Sirak: Seperti halilintar mendahului guntur , begitu juga nama baik mendahului orang yang rendah hati. Jagalah nama baikmu, sebab nama itu tinggal bagimu lebih lama daripada seribu harta emas. Hidup sejahtera terbatas waktunya, tetapi nam...