Langsung ke konten utama

Misa Malam Jumat di Ganjuran

"Inkulturasi" Inilah contoh inkulturasi yang amat mengena. Ribuan umat Katolik dari berbagai kota, Jakarta, Semarang, Surabaya, Jogjakarta, Ambarawa dan kota-kota lain menghadiri Misa Jumat Pertama. (Malam Jumat, menurut tradisi Jawa.

Di Plataran Candi Hati Maha Kudus Tuhan Jesus, Ganjuran umat Katolik duduk bersila.



Sang "Juru Kunci" duduk sambil sesekali memberi kemenyan ke api yang membara, selama perayaan Ekaristi di selenggarakan oleh  6 orang imam, dua dari Sibolga.


Perayaan Ekaristi selama 2 setengah jam, tidak  ada yang beranjak dari tempat. Tidak ada yang berkeliaran termasuk, tidak ada yang mengambil foto dengan blitz, suasana senyap dan hati hanya kepada perayaan itu. Aroma kemenyan, mistik membantu penghayatan acara ini. Lagu yang diiringi gamelan membuat suasana semakin Jawa.  






Suasana sunyi pagi hari, Jumat Pertama, sedang ada Misa di Gereja Ganjuran.



Doa Nusantara, doa kepada Hati Maha Kudus Tuhan Jesus.


Romo Gregorius Utomo Pr.


Nonena dan tema setahun di Ganjuran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trinale 2007, bersama romo romo KAS

Perlu Paradigma Baru dalam Merawat Tubuh Sebagai Bait Allah

 Dulu untuk warna ungu saya makan kol ungu, tetapi ganti bit karena perut kembung  Bila yang membuat disertai rasa cinta, maka badan jiwa menjadi sehat.  Dua pastor dari Flores dan Timor saya ajak makan sayur mentah, katanya "enak" karena buktinya lihat wadah sayurku. Pagi ini dr Andry Hartono, seorang yang aktif sharing berbagai pendapat di milis KAS.  Terima kasih dr Andry Hartono. Artikel ini mendukung aliran makan sayur mentah, yang banyak dilakukan banyak pihak. Khususnya bagi saya, karena kebiasaan makan sayur mentah telah merubah teori-teori sebelumnya yang menyebutkan, sekali makan obat tekanan darah tinggi seumur hidup tergantung padanya.  Kenyataan pada diriku, setelah memasuki tahun ke 3 makan sayur Panca Warna, saya berhenti makan Norvas. Kalau dulu, lama duduk akan menyebabkan kaki bengkak, sekarang hilang sama sekali. DUlu makan sayur diare, sekarang sebaiknya. Hematku, makan sayur mentah membuat/memulihkan aliran darah y...

Masa Kecilku Keluarga dan Bangku Merah. Bagian I dari buku.

  Masa Kecilku Keluarga dan Bangku Merah   Sebuah foto yang dibuat pada tahun 1948.   Baris depan: Ji Boa, Kiu Jun Hean, Kiu Mie Charles Manek, ji   Lan. Belakang: Ji Cici, Ku Abu Moy, Mama Mea saya dalam gendongan po Pok.   Bangku merah adalah sebuah bangku panjang yang terbuat dari kayu merah telah menjadi tanda-tanda perubahan zaman dalam keluargaku. Mengukir kenangan akan masa kecilku yang selalu membangkitkan kegembiraan dan kesedihan. Papaku menyayangi saya tetapi ia tetap tegas dalam mendidik saya agar disiplin, bersikap jujur. Papa juga, seorang guru yang memberi contoh seperti apa sikap rajin. Papa menyapu membersihkan halaman, mencuci baju kaosnya sendiri hingga putih bersih, menata barang dagangan dengan rapi dan suka memperbaiki barang barang yang sudah rusak. Rendah hati dan menanamkan tentang pentingnya   integritas diri, satu kata dalam perbuatan.   Ia menyayangi saya, maka saya pun merasa seperti terbang dari bintang y...